KatongNews. Ambon - Fakultas Syariah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ambnon menggelar
Seminar Ekonomi bertaraf Internasional. Seminar yang menghadirkan pembicara
Prof.DR. Edwin Nasution, Ph.D Pakar Masyarakar Ekonomi Syariah dan Edi Setiadi,
SE. MM pakar penbankan syariah tersebut berlangsung di Gedung Olah Raga (GOR)
IAIN Ambon Kamis (21/11).
Wakil Rektor I
Bidang Akademik IAIN Ambon Drs. Mohdar Yanlua, MH dalam sambutannya menyatakan, perkembangan
ekonomi syariah di indoneisa masuk urutan ke 30 di Dunia, namun bagi
negara-negara yang memiliki penduduk matoritas Islam tidak mampu untuk
mengembangkan Sistem Perokonomian berbasis Syariah.
“Kita masuk urutan 30 se dunia, tetapi untuk mengembangkan sistem ekonomi berbasis syariah kita hampir gagal, padahal mayoritas penduduk kita Islam” kata Yanlua.
“Kita masuk urutan 30 se dunia, tetapi untuk mengembangkan sistem ekonomi berbasis syariah kita hampir gagal, padahal mayoritas penduduk kita Islam” kata Yanlua.
Menurutnya, sistem
ekonomi berbasis syariah merupakan hal terpenting yang perlu diterapkan
diindonesia. Karena dalam sistem syariah, terdapat hal yang banyak dijelaskan
dalam Al-Quran dan pedoman hidup manusia lainnya dan hal tersebut telah
diterapkan pada jaman Rasulullah SAW.
“Ekonomi syariah merupakan hal yang penting yang perlu diterapkan di indonesia, karena Rasulullah SAW telah menerapkan sebelumnya” Jelas mantan Dekan fakultas Syariah IAIN Ambon itu.
“Ekonomi syariah merupakan hal yang penting yang perlu diterapkan di indonesia, karena Rasulullah SAW telah menerapkan sebelumnya” Jelas mantan Dekan fakultas Syariah IAIN Ambon itu.
Ia mengakui,
jurusan Ekonomi Islam di IAIN Ambon merupakan Jurusan yang baru dibuka, namun
ia mengharapkan jurusan ini nantinya akan mampu menjawab tantangan jaman dengan
melahirkan alumni yang mampu dan berkompetan “semoga Jurusan Ekonomi Islam yang
baru kami buka ini dapat menjawab semua keresahan dan tantangan jaman
kedepannya” harap Yanlua.
Seminar yang
mengusung tema “Ekonomi Syariah Menuju Perekonomian Bangsa yang Bermartabat dan
Berkeadilan” tersebut melibatkan mahasiswa fakultas ekonomi se maluku, siswa
SMU dan pegawai Dosen di lingkungan IAIN Ambon.***(Ifoel)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar