KatongNews. Ambon-Kebutuhan akan Sembilan Bahan
Pokok oleh Masyarakat Maluku menjelang Natal dan tahun Baru tentunya akan
meningkat dibandingkan dengan hari-hari biasanya, namun kesediaan akan sembako tersebut
masih memenuhi kebutuhan masyarakat di Maluku menjelang Lebaran Umat nasrani
tersebut. Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Dinas Perindustrian dan
Perdagangan (Kadis Perindag) Provinsi Maluku Angky Papilaya kepada wartawan
Selasa (17/12).
Jelas Papilaya, yang menjadi perhatian Pemerintah yakni tingginya
permintaan masyarakat menjelang lebaran, karena jika permintaan masyarakat yang
meningkat tersebut tidak dapat diatasi, maka akan berdampak pada masyarakat.
Namun tentunya pihaknya memiliki langkah-langkah tertentu untuk
mengatasi kebutuhan sembako dengan meningkatnya permintaan masyarakat yakni
dengan melakukan kontrol terhadap harga di pasar dan sebagainya.
“Ada langkah-langkah yang kami
ambil untuk mengendalikan hal tersebut yakni stok natal dan tahun baru harus
aman, harga bahan pokok terkendali, memastikan kelancaran arus distribusi, dan
barang yang dikosumsi masyarakat baik,” Jelas Kadis.
Bahkan untuk tetap menjaga kesabililan harga sembako di Maluku,
pihaknya telah menyurati Bupati/Walikota se-maluku untuk mengambil tindakan untuk
mencegah naiknya harga sembako di pasar menjelang Natal dan Tahun Baru.
“Pihak kami melalui Tim Pengembangan Ekonomi Provinsi Maluku
secara rutin melaksanakan rapat koordinasi dan evalusi dalam menyikapi berbagai
persoalan yang berhubungan dengan perekonomian di Maluku serta mengambil
langkah-langkah kebijakan dalam mengatasi berbagai persoalan yang nantinya akan
terjadi menjelang hari raya Kristiani itu”Jelas Papilaya.
Ia mengatakan, secara internal Dipserindag Maluku sudah menyurati
seluruh Dinas Kabupaten/Kota untuk segera mungkin mengambil langkah-langkah
secara tupoksi yakni rapat koordinasi dengan seluruh distributor untuk mengecek
dan pemasukan stok di tingkat harga distributor.
Bahkan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Maluku telah
meminta kepada pihak terkait yakni Peli, Pelindo, ASDP agar aktifitas bongkar
muat barang harus diprioritaskan kepada bahan pokok yagn menjadi kebutuhan
masyarakat.***
Tidak ada komentar:
Posting Komentar