Home » » Ma'had Al-Jami'ah Gelar Seminar Nasional

Ma'had Al-Jami'ah Gelar Seminar Nasional

Written By Unknown on Rabu, 04 Desember 2013 | 04.09

KatongNews. Ambon-MA'HAD Al-Jami'ah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ambon menggelar Seminar Nasional. Seminar Nasional bertemakan 'Pemberdayaan Ma'had Al-Jami'ah dalam mewujudkan IAIN Ambon yang cerdas dan berbudi', digelar di Audiotorium Lt III Gedung Rektorat IAIN Ambon, Rabu, (4/12).

Seminar Nasional ini menghadirkan pembicara; Dr (HC) Ir KH Salahudin Wahid (Gus Sholah), dengan materi 'Manajemen Pemberdayaan Pesantren Mahasiswa', Rektor IAIN Ambon Dr Hasbollah Toisuta, M.Ag, dengan materi 'Kondisi Lokal: Kompetensi Mahasiswa IAIN Ambon terhadap Ilmu Keislaman', dan Mudir Ma'had UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Dr H Isroqunnajah, M.Ag, dengan materi 'Pengelolaan yang Sinergis antara Kampus dan Ma'had Al-Jami'ah. 

Rektor IAIN Ambon dalam materinya mengupas kilas balik perjalanan IAIN Ambon sejak pertama didirikan hingga saat ini. Menurut alumni pertama IAIN Ambon yang saat itu masih berstatus IAIN Alauddin Makassar, berdirinya kampus IAIN Ambon tak terlepas dari perjuangan keras para tokoh muslim di Maluku. Kegelisan panjang para tokoh Muslim di Maluku, akhirnya bisa melahirkan kampus yang dulunya berafiliasi di bawah IAIN Alauddin Makassar (UIN Makassar-sekarang). Menurut dia, IAIN Ambon mulai dirintis sebelum tahun 1982. Hanya saja, dalam proses rintisan terjadi hambatan yang kemudian menunda prosesnya sampai di tahun tersebut, baru ada kejelasan dengan dibentuk kelas jauh Fillial Fakultas Syariah. Tak lama setelah itu, dibentuk lagi Filial Fakultas Ushuluddin. Berjalan dengan dua fakultas di bawah payung IAIN Alauddin Makassar. Hingga pada tahun 1997, kampus IAIN Ambon dimekar menjadi Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Ambon. Tak lama berproses dengan nama STAIN Ambon, dibuka kembali Fakultas Tarbiyah. Baru di masa kepemimpinan Dr M Attamimi, tepat tahun 2006, kemudian terjadi perubahan status STAIN menjadi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ambon hingga kini.

Menurut dia, melihat fenomena alumni IAIN Ambon, maka pihak pimpinan bersepakat untuk membentuk Pesantren dengan maksud untuk membina para mahasiswa yang tidak bisa membaca al-Quran. Baru setahun pesantren kampus itu dibentuk, sudah ada hasilnya. Hasilnya bahkan cukup memuaskan, dan menggembirakan. Hal ini menurut dia, dapat menjadi muara dan cikal bakal IAIN Ambon menciptakan alumni dengan kemampuan ilmu baik keislaman maupun ilmu umum. Banyak yang dikisahkan ketika Toisuta memaparkan materinya kemarin. Lebih dalam, menurut dia, civitas akademika IAIN Ambon harus memberikan dukungan penuhnya kepada Ma'had Al-Jami'ah untuk membina para mahasiswa. Sehingga, kegelisahan masyarakat tentang kemampuan alumni IAIN Ambon untuk penguasaan ilmu-ilmu agama dapat segera dijawab. "Keyakinan saya semakin bulat, bahwa ke depan alumni IAIN Ambon sudah dapat membaca dan menghapal al-Quran dengan baik. Tak hanya itu, mereka juga mampu membaca kitab kuning. Ini sungguh luar biasa, karena baru setahun dibentuk, hasilnya sudah memuaskan," kesan Toisuta.

Sementara Gus Sholah dalam materinya menandaskan, untuk mengubah mainstrem berpikir mahasiswa agar dapat membangun kepercayaan diri, maka dibutuhkan adanya pesantren yang fokus mengurus mereka. Karena, kata dia, pesantran untuk menampung mahasiswa kini juga dilakukan oleh beberapa negara di dunia, seperti Amerika Serikat, Hongkong serta Jepang. Kata dia, perguruan tinggi agama yang maju, harus memiliki pesantren. Karena di pesantren itulah, mahasiswa akan digodok dan diajarkan soal pendidikan akhlak yang sesuai dengan ajaran syariat. Ia mengakui, akhlak jujur, dan rasa tanggungjawab pada seorang mahasiswa, sebenarnya tidak dapat dijumpai dari ajaran agama. Akhlak baik mahasiswa selaku penerus bangsa harus dipelihara, dan dipupuk sehingga menjadi kebiasaan. "Mahasiswa akan menjadi pemimpin. Pemimpin di masyarakat, maupun pemimpin di lembaga-lembaga pemerintah. Ahklak dan budi mahasiswa harus dipelihara, karena dia akan menjadi penerus bangsa. Semua tergantung kepada sistem pendidikan yang dibangun kampusnya. Mudah-mudahan di IAIN Ambon ini juga dapat mengarah ke sana. Masalah yang saat ini dihadapi bangsa soal krisis moral. Untuk itu, IAIN Ambon harus siapkan tamatan yang memiliki akhlak terbaik. Tidak hanya di IAIN, tapi semua perguruan tinggi harus melahirkan mahasiswa yang berkarakter baik. Ternyata kejujuran itu soal prilaku. Bukan soal Islam. Jujur dan tanggungjawab itu ada dalam diri seseorang. Tinggal bagaimana dipupuk terus menerus saja," urai Gus Sholah, dalam materinya.

Sementara Ketua Panitia Seminar Nasional, yang juga Direktur Ma'had Al-Jami'ah IAIN Ambon, Much Mu'alim, dalam laporannya menandaskan, pelaksanaan Seminar Nasional ini sekaligus bagian dari sosialisasi keberadaan Ma'had Al-Jami'ah di IAIN Ambon, plus kepada masyarakat luar. Lebih dalamnya, Seminar Nasional ini sekaligus untuk mencari format baku terkait pengembangannya ke depan. Ia mengakui, tak hanya di IAIN Ambon, tapi di seluruh Indonesia usaha untuk mengubah sistem di Ma'had tidak semudah yang dibayangkan. Untuk itulah, pada kegiatan ini telah dihadirkan beberapa pengelola Ma'had yang maju di Indonesia, seperti Ma'had UIN Malang. Tentunya, untuk mengurus Ma'had di IAIN Ambon harus diformat dengan budaya masyarakat di daerah ini. "Mudah-mudahan format itu dapat segera dibentuk, sehingga Ma'had ini memiliki metode formal yang disahkan oleh lembaga," harap dia. Soal Ma'had yang sudah eksis di IAIN Ambon saat ini, kata dia, awalnya 25 mahasiswa yang dibina sebagai instruktur. Dalam perjalanan, hanya 19 mahasiswa yang dapat bertahan sesuai dengan etika yang berlaku di Ma'had itu. Dari kegiatan ini, ia berharap agar semua kekurangan yang ada di Ma'had dapat diperhatikan oleh IAIN Ambon, sehingga niatan untuk membina para mahasiswa dapat berjalan dengan lancar, dan sesuai dengan endingnya. (Arif Rahman Hatapayo)


Share this article :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. KatongNews - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website
Proudly powered by Blogger