Home » » Bunuh Diri Masal Ala Semut

Bunuh Diri Masal Ala Semut

Written By Unknown on Sabtu, 25 Januari 2014 | 08.12

KatongNews - Semut adalah serangga yang memiliki sejuta keunikan dan pesona namun juga merupakan makhluk yang misterius di planet ini. Salah satu ciri unik yang belum diketahui banyak orang adalah bunuh diri secara masal. Bukan karena stress atau bertarung melawan musuh, namun hanya karena hal sepele, mereka bisa membentuk lingkaran yang membuat diri meraka sendiri terperangkap dan mati, dan terus-menerus melakukan itu sampai semuanya mati atau ada pasukan semut lain yang mengganggunya.


Fenomena ini ditemukan oleh Beebe pada tahun 1921 ketika sedang berjalan di guyana.dia melihat keanehan pada semut tentara yang terpisah dari koloninya,mereka berputar membentuk sebuah lingkaran.semakin lama lingkaran yang dibentuk oleh para semut tentara yang terpisah dari koloninya tersebut semakin besar karena banyak para semut lain yang bergabung.mereka berputar seperti gasing dalam waktu yang lama sehingga banyak diantara semut2 tersebut mati karena kehausan atau kecapekan.beebe lalu mencatatnya di bukunya dan memberikan nama “ants circle of death” kepada fenomena tersebut.

Dancing ants” atau “death mill” atau “ants circle of death" pertama kali dipelajari oleh psikolog hewan amerika theodore schneirla pada tahun 1944.


Para semut saling berkumpul dan mulai berjalan membentuk lingkaran.salah satu referensi umum untuk fenomena ini dihubungkan dengan seorang naturalis amerika william beebe, yang melihat dan kemudian menggambarkan fenomena ini di guyana pada tahun 1921. Tentara semut bergerak dalam lingkaran dengan lingkar kaki 1.200. Butuh waktu 2,5 jam setiap semut untuk menyelesaikan loop. Gerakan ini berlangsung selama dua hari sampai sebagian besar peserta(semut) meninggal.

Bagaimana terjadinya lingkaran tersebut? Seorang ahli semut menjelaskan awalnya ada semut yang terpisah dari koloninya.nah ketika terpisah dari koloninya,sang semut memiliki peraturan sederhana,”ikuti semut di depannya”.karena semut yang terpisah dari koloni saling mengikuti di depannya,maka mereka akan membentuk sebuah lingkaran yang mirip seperti black hole.***(Web)
Share this article :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. KatongNews - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website
Proudly powered by Blogger