KatongNews, Ambon - Ratusan pegawai honorer yang tidak lolos tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) lewat jalur K2 siap membeberkan bukti terkait dengan peserta K2, yang dianggap tidak jelas status kerjanya, alias siluman.
Kepada KatongNews di Balai Kota, Jumat (28/2), beberapa
perwakilan dari ratusan tenaga honorer yang tidak lolos, mengaku siap
membeberkan bukti terkait peserta K2 yang lolos, namun tidak pernah
mengabdi dan tahun pengabdian mereka. “Kami siap berikan bukti terkait
dengan hasil K2 siluman, mulai dari tahun mereka honor, bahkan mereka
yang tidak pernah honor, namun mereka lolos,” kata mereka.
Mereka mengakui, kekecewaan para tenaga honorer lebih
disebabkan keputusan yang dinilai tidak adil. Dari sekian banyak K2 yang
lulus, tidak ada yang pertimbangkan latar belakang setiap tenaga
honorer. “Banyak tenaga honorer yang tidak jelas, bahkan ada beberapa
anak atau orang dekat kepala sekolah yang lolos, namun masa pengabdian
mereka juga tidak jelas,” akui mereka.
Hal senada juga disampaikan oleh Indriani, salah satu
tenaga guru honor, di SD 1 Halong, yang sudah mengabdi dari tahun 2004.
Kata Dia, ada salah satu anak kepala sekolah di SD 2 Passo tembus
seleksi K2, padahal dia tidak pernah honor. “Ada anak kepala sekolah
yang tembus, padahal kerja dari anak itu hanya ojek, kami tau semua itu,
lantas apa yang menjdi prioritas dari K2 ini, semua peraturan yang
diterapkan itu tidak berlaku,” kata Guru yang sudah 10 tahun lebih itu.
Lanjut Ibu Ani, biasa disapa oleh temannya, kami sudah
ketemu langsung dengan Walikota Ambon, M Sam Latuconsina, dan Pak Wawali
siap menggugat hasil K2 yang dianggap siluman. “Saya dan teman-teman
sudah ketemu Pak Wakil Walikota kemarin, dan Ia meminta agar semua bukti
dikumpulkan dan diserahkan buat beliau, dan sudah ada beberapa nama
yang telah dikantongi, diantaranya, Mendy Lekahena, Thomyule W Marthen,
mereka ini tidak jelas, tapi bisa lolos,” bebernya.
Hal ini juga dikatakan oleh Juru bicara Walikota Ambon,
Fahmi Salatalohi, jika Wakil Walikota siap mengajukan masalah ini ke
pusat, bahkan Wawali juga siap menjadi pemimpin untuk melakukan aksi.
“Sudah ada pernyataan dari Wakil Walikota, terkait masalah K2 yang
dinyatakan siluman, bahkan beliau siap pimpin demo,” kata Wawali, yang
kutip oleh Salatalohi.***(Aythur)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar