KatongNews, Ambon - Ada fenomena menarik yang terjadi di Kota Ambon akhir-akhir ini, kejadian ini mesti dikaji oleh pemerintah dan aparat keamanan TNI dan Polri, karena kejadian ini terjadi pada waktu yang berdekatan. Kata Walikota Ambon, Richard Louhanapessy saat menyerahkan bantuan secara simbolis kepada korban insiden yang terjadi di Kota Ambon, di Jalan Raden Panji, Jalan Baru, Kamis (6/2).
Fenomena yang terjadi ini, merupakan insiden sosial
antar kelompok-kelompok masyarakat, yang ada pada satu lingkungan di kota
Ambon, namun insiden itu tidak meluas hingga besar.
“Ini sangat menarik, hingga perlu dikaji secara
akademis sehingga kita bisa tau apa penyebab utama, kalu tidak dikaji maka,
maka aparat kemanan terlihat seperti mobil kebakaran, waktu insiden dengan
segera kita datang, namun tidak bisa
menyelesaikan masalahnya,” ujar Louhenapessy.
Insiden yang terjadi di kota Ambon belum sepenuhnya
tuntas, untuk itu pemerinta dan aparat keamanan masi punya tugas besar untuk
selalu mengamankan kota yang Ambon ini. “Kita sadar betul jika insiden di kota
Ambon belum sepenuhnya terselesaikan, namun kita (Pemerintah) punya
tanggungjawab penuh untuk memberikan rasa aman buat warga Ambon,” katanya.
Pemberian santunan ini merupakan bantuan dari
pemerintah pusat (Pempus), Pemerintah provinsi (Pemprov) dan pemerintah kota
(Pemkot) kepada korban bencana terbakar baik secara material maupun uang. “Ini
merupaka bantuan dari pemeruintah untuk korban bencan kebakaran yang terjadi di
kota Ambon, namun ada juga dari Pumpus dan Pemprov, itu dilihat dari jumlah
rumah yang terbakar, pemkot hanya membantu korban kebakaran sebanyak satu
sampai sepuluh. Untuk 10 sampai 30 itu pada tanggungjawab Pemprov dan 30 keatas
itu ada pada tanggungjawab Pempus,” ungkapnya.
Pemkot hanya memberikan bantuan kepada warga Jalan
baru yang mendapat bencana kebakaran, karena itu masuk dalam tanggungjawab
Pemkot, yang dananya bersumber dari APBD kota, dan kebakaran yang terjadi di
kota Ambon ini secara parsial, bukan hanya di Jalan Baru, di tempat lain pun
mendapat bencana yang sama, namun itu masuk dalam tanggungjawab Pempus dan
Pemprov, karena lebih dari sepuluh.
“Pemkot hanya memberikan bantuan kepada korban
bencana kebakaran kepada warga Jalan baru, karena ini dibawah sepuluh,
kebakaran yang terjadi di kota Ambon inikan banyak, jadi untuk korban lain di
kota Ambon itu ada pada tanggungjawab Pempus dan Pemprov karena lebih dari
sepuluh,” papar Walikota.
Louhenapessy melanjutkan, saya sangat bersyukur,
kejadian yang terjadi akhir-akhir ini tidak berdampak lebih luas, hanya terjadi pada
lingkungan-lingkungan itu saja. “dia tidak meluas, terjadi pada lingkungan itu
saja, ini menjadi satu kemajuan kota Ambon,” tutupnya.***(Aytur)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar