KatongNews, Ambon - Demam Film Cahaya Dari Timur (CDR) yang diangkat dari kisah nyata pelatih sepak bola asal Desa Tulehu Kecamatan Salahutu, Kabupaten Mauluku Tengah, Sani Tawainela terlihat saat warga Maluku memadati Studio 21 Plaza Ambon, dari hari pertama putar hingga hari kedua.
Antusias warga terlihat pada banyaknya pengunjung yang membludak, hingga ruang tunggu Studio 21 Plaza tak mampu menampung. Sebagian warga lebih suka duduk di laur ruangan tunggu, ada juga yang berdiri antri di depan loket penjualan tiket.
Banyaknya pengunjung hingga membuat petugas penjualan karcis kerepotan. Saking padatnya, pihak Studio 21 Plaza meminta pihak aparat kepolisian untuk menjaga keamanan dalam ruang tunggu Studio 21. Samsul, mahasiswa IAIN Ambon yang mengantri untuk membeli tiket dari jam 15:00 WIT, dan berhasil nonton pada pukul 20:00 WIT.
“Beta tunggu dari jam tiga sore lae, baru dapa tiket nonton par jam delapan malam, zg apalah, asal bisa dapa nonton,” ungkap Samsul. Lain juga dengan Firdaus, keinginan dia nonton karena ada temannya yang main dalam film tersebut. “Beta mau lia tamang sa, soalnya dia da main di film ini lae,” ujarnya dengan bahasa khas Ambon.
Selain Firdaus dan Samsul, Dewi, warga Desa Tulehu mengatakan, cerita film CDT ini sangat bagus, banyak nilai-nilai positif yang bisa di ambil. Selain cerita diangkat dari kisah orang asli Tulehu, film ini juga mengangkat tentang bagaiman melakukan konsiliasi perdamaian Maluku dengan bermain bola.
“Banyak nilai positif yang bisa kita ambil, bagaiman menanamkan jiwa yang bertanggung-jawab, perjuangkan harga diri, dan yang utama adalah melakukan rekonsiliasi perdamaian konflik Maluku, dengan cara menyatukan Islam-Kristen di dalam lapangan dan tempat ibadah,” ujar Dewi.
Demam CDT juga datang dari pejabat Kota Ambon. Walikota Ambon Richard Louhenapessy yang mengikuti pemutaran film CDT di Jakarta, juga meminta agar warga Maluku, terkhusus Kota Ambon, agar sebisanya meluangkan waktu untuk menonton film CDT, karena banyak yang bisa diambil dari film tersebut.
“Film Cahaya Dari Timur itu sangat luar biasa. Dimana pemandangan Kota Ambon sangat luar biasa, ini menjadi satu modal bagi Kota Ambon untuk dipublikasikan. Dan banyak nilai positif yang bisa di contohi,” kata orang nomor satu di pemerintahan Kota itu.
Film yang di sutradai oleh Angga Dwi Sasongko ini berdurasi, kurang lebih dua jam setengah. CDT juga menjadi magnet tersendiri bagi masyarakat Maluku.***(Aythur)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar