KatongNews, Sao Paulo - Sejak peluit ditiup wasit Cuneyt Cakir sebagai tanda pertandingan dimulai antara Argentina melawan Belanda sudah menunjukan permainan yang cukup alot. Tampaknya kedua Tim benar-benar menunjukkan performa terbaik mereka. Laga tersebut berlangsung di Stadion Sao Paulo, Brasil, Rabu (9/7).
Kesempatan pertama didapat Belanda
melalui Wesley Sneijder pada menit ke-12. Akan tetapi, sepakan Sneijder masih
melenceng dari sasaran gawang Argentina.
Laga tersebut tidak diperkuat Angel de Maria, karena cedera ketika laga mereka melawan Belgia. Posisi Di Maria diganti
oleh gelandang tengah Enzo Perez. Dilain pihak Belanda
kembali menampilkan Nigel de Jong yang sebelumnya mengalami cedera.
Hingga
peluit panjang menit 90 di babak kedua ditiup, antara Argentina dan De Oranje
pun sama-sama tak mampu cetak gol satupun dalam pertandingan. Pemenang pun harus ditentukan lewat babak adu
penalti.
Pada laga pinalti ini, tampaknya Cillessen menjadi titik lemah bagi Belanda dalam adu penalti pada laga semifinal. Ketika melawan Kosta Rika, Cillessen bermain sebagai starter, tetapi tidak diberi kepercayaan untuk melakoni adu penalti. Sesaat sebelum babak tambahan berakhir, pelatih Louis van Gaal menarik Cillessen dan memasukkan Tim Krul. Hasilnya, Krul mengantisipasi dua tembakan Kosta Rika.
Ketika melawan Argentina, Cillessen kembali menjadi starter. Namun, Van Gaal tampaknya tak menyangka laga akan diselesaikan melalui adu penalti. 24 menit sebelum babak tambahan usai, Van Gaal menggunakan jatah pergantian pemain terakhir untuk menarik penyerang Robin van Persie dan memasukkan Klaas-Jan Huntelaar.
Tapi, strategi Van Gaal tidak ampuh hingga akhir babak tambahan, mungkin merasa yakin dengan strateginya tersebut, karena memang pada babak kedua dan tanbahan pertama, Belanda tampil cukup agresif. Penjaga gawang Belanda sampai 24 menit usai masih dipercayakan kepada Cillessen.
Sebagai pembuka, Belanda lebih dulu mendapatkan kesempatan mengeksekusi penalti. Dua penendang Belanda, yakni Ron Vlaar
dan Wesley Sneijder, gagal menjalankan tugasnya. Hanya Arjen Robben dan Dirk
Kuyt yang berhasil mencetak gol dalam adu penalti. Sementara itu, empat
penendang penalti Argentina, yakni Messi, Garay, Aguero, dan Maxi sukses
menjadi eksekutor penalti.
Lewat kesusksesan dramatis tersebut, Argentina menang 4-2 atas Belanda
pada babak adu penalti. Argentina akan menantang Jerman di partai final yang
akan berlangsung di Estadio Maracana, Rio de Janiero, Minggu (13/7/2014).
Sementara itu, Belanda akan menjalani laga perebutan tempat ketiga melawan
Brasil, Selasa (12/7/2014).
Pencetak gol saat adu penalti:
Ron Vlaar - gagal (0-0)
Lionel Messi - gol (0-1)
Arjen Robben - gol (1-1)
Ezequiel Garay - gol (1-2)
Wesley Sneijder - gagal (1-2)
Sergio Aguero - gol (1-3)
Dirk Kuyt - gol (2-3)
Lionel Messi - gol (0-1)
Arjen Robben - gol (1-1)
Ezequiel Garay - gol (1-2)
Wesley Sneijder - gagal (1-2)
Sergio Aguero - gol (1-3)
Dirk Kuyt - gol (2-3)
Maxi Rodriguez - gol (2-4)
Susunan pemain
Belanda: 1-Jesper Cillessen; 3-Stefan de
Vrij, 2-Ron Vlaar, 4-Bruno Martins Indi (7-Daryl Janmaat 46); 15-Dirk Kuyt,
6-Nigel de Jong (16-Jordy Clasie 62), 20-Georginio Wijnaldum, 5-Daley Blind;
10-Wesley Sneijder; 11-Arjen Robben, 9-Robin van Persie (19-Klaas-Jan Huntelaar
96)
Pelatih: Louis van Gaal
Argentina: 1-Sergio Romero; 4-Pablo Zabaleta, 2-Ezequiel Garay, 15-Martin Demichelis, 16-Marcos Rojo; 8-Enzo Perez (20-Rodrigo Palacio 81), 14-Javier Mascherano, 6-Lucas Biglia; 10-Lionel Messi; 22-Ezequiel Lavezzi (11-Maxi Rodriguez 101), 9-Gonzalo Higuain (20-Sergio Aguero 82)
Pelatih: Louis van Gaal
Argentina: 1-Sergio Romero; 4-Pablo Zabaleta, 2-Ezequiel Garay, 15-Martin Demichelis, 16-Marcos Rojo; 8-Enzo Perez (20-Rodrigo Palacio 81), 14-Javier Mascherano, 6-Lucas Biglia; 10-Lionel Messi; 22-Ezequiel Lavezzi (11-Maxi Rodriguez 101), 9-Gonzalo Higuain (20-Sergio Aguero 82)
Pelatih: Alejandro Sabella.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar