KatongNews.
Ambon-Setelah
sukses menggelar Diaolog Agama-Agama menyongsong Pilkada dan Natal 2013, ARMC IAIN
Ambon kembali melebarkan sayap ke Masohi untuk melakukan dialog dengan tema
yang berbeda. Kegiatan yang dilangsungkan, Jumat (6/12) bertema Peran
Agama-Agama Dalam Membangun Peradaban Maluku di Masa Datang digelar di gedung
Paguyubang Jawa Nusa Ina, Masohi. Maluku Tengah.
Dialog
tersebut melibatkan elemen masyarakat serta organisasi kememudaan KNPI Malteng,
HMI, GMKI, PMKRI, DPD Katholik, IMM, BEM Sejajaran, Pecinta Alam Kompas Seram,
serta paguyuban antara lain Ikatan Pelajar Mahasiswa Sepa, Ikatan Pelajara
Mahasiswa Pelauw, Kerukunan Keluarga Amalatu, Pelajar Mahasiswa Tamilouw serta
sejumlah paguyuban lain. Hadir pula Wakil Ketua DPRD Malteng Jimy G Sitanala,
dan wakil Ketua Komisi C Hamid Sangadji. Hadir sebagai narasumber DR.Abidin
Wakano dari ARMC IAIN Ambon, dan Tiras Sopamena clasis GMP Masohi.
Direktur
ARMC IAIN Ambon, Abidin Wakano mengatakan, dialog tersebut merupakan serial
diskusi yang telah dilegar di beberapa tempat di Kota Ambon. "Penting
untuk penguatan tidak saja antar agama, tapi juga kelompok-kelompok
sosial," ujarnya.
Dikatakan
Wakano, kehadiran agama membawa misi profetik yakni membangun peradaban manusia
pada semua aspek ekonomi, sosial, budaya,agama. Agama kata dia hadir untuk
mendidik manusia yang tidak beradab kepada manusia yang memiliki peradaban.
"Agama hadir dengan misi suci untuk peradaban umat manusia,"
terangnya.
Sebab,
jebolan doktor UIN Jogjakarta ini menegaskan, konflik dan kekerasan yang kerap
terjadi merupakan gambaran hancurnya sebuah peradaban dan keringnya rasa
kemanusiaan. "Tentu saja butuh soft skill," ulasnya.
Menurutnya,
konsep hidup orang basudara tidak mesti tidak ada konflik. Namun, harus
dibangun diatas rasa saling percaya, menghargai, dan toleransi. Sehingga semua
agenda yang bersentuhan dalam level agama dan sosial seperti Pilkada, Natal dan
Tahun Baru serta pemilihan legislatif berlangsung Aman, Tentram dan demokratis.
"Siapapun terpilih tidak masalah, asal jangan terjadi pendarahan di ranah
agama, karena itu sukses moment ini dengan aman, dan tentram, " ingatnya.
Wakano
mengajak masyarakat Maluku untuk terus berjihad, namun bukan jihad yang
direduksi, malainkan bermakna seluas-luasnya yakni jihad pendidikan, jihad
melawan korupsi, jihad demi kemanusiaan untuk peradaban Maluku masa depan.
" Saya harap para tokoh yang hadir bisa mensosialisasikan diskusi ini
kepada sesama untuk kedamaian, ketentraman dan tentu untuk pembangunan
peradaban Maluku di masa depan," tutupnya.
Hadir mewakili
clasis GPM Masohi, Tiras Sopamena juga menganalogikan Kota Masohi sebagai
sebuah peradaban yang didalamnya hidup berbagai komunitas etnik, agama dengan
beragam latar belakang. Olehnya, kehidupan kekerabatan dan keragaman yang ada
merupakan satu keniscayaan. "Masohi itu sendiri artinya gotong royong,
tempat hidup semua orang," ulasnya.
Sehingga
kata Sopamena sudah menjadi tugas dan tenggung jawab semua komponen untuk
menjaga, memelihara dan tentu saja tidak ada yang menjadi sub ordinat.
"Semua memiliki hak dan kewajiban yang sama," tukas Sopamena
Dikatakan,
peran agama-agama dalam pembangunan peradaban tidak bisa dilepas pisahkan dari
kearifan-kearifan local. Maluku Tengah kaya dengan berbagai kearifan tersebut.
Sejatinya kearifan local seperti pela dan gandong, berikut Ma'anu, Badati,
Masohi yang merupakan identitas yang menggambarkan ke-Maluku-an kita.
"Itulah peradaban yang menyatukan kita," sebutnya***

Tidak ada komentar:
Posting Komentar