Home » » ARMC IAIN Ambon Ajak Warga Masohi Bangun Peradaban Maluku

ARMC IAIN Ambon Ajak Warga Masohi Bangun Peradaban Maluku

Written By Unknown on Minggu, 08 Desember 2013 | 10.34



KatongNews. Ambon-Setelah sukses menggelar Diaolog Agama-Agama menyongsong Pilkada dan Natal 2013, ARMC IAIN Ambon kembali melebarkan sayap ke Masohi untuk melakukan dialog dengan tema yang berbeda. Kegiatan yang dilangsungkan, Jumat (6/12) bertema Peran Agama-Agama Dalam Membangun Peradaban Maluku di Masa Datang digelar di gedung Paguyubang Jawa Nusa Ina, Masohi. Maluku Tengah.

Dialog tersebut melibatkan elemen masyarakat serta organisasi kememudaan KNPI Malteng, HMI, GMKI, PMKRI, DPD Katholik, IMM, BEM Sejajaran, Pecinta Alam Kompas Seram, serta paguyuban antara lain Ikatan Pelajar Mahasiswa Sepa, Ikatan Pelajara Mahasiswa Pelauw, Kerukunan Keluarga Amalatu, Pelajar Mahasiswa Tamilouw serta sejumlah paguyuban lain. Hadir pula Wakil Ketua DPRD Malteng Jimy G Sitanala, dan wakil Ketua Komisi C Hamid Sangadji. Hadir sebagai narasumber DR.Abidin Wakano dari ARMC IAIN Ambon, dan Tiras Sopamena clasis GMP Masohi.

Direktur ARMC IAIN Ambon, Abidin Wakano mengatakan, dialog tersebut merupakan serial diskusi yang telah dilegar di beberapa tempat di Kota Ambon. "Penting untuk penguatan tidak saja antar agama, tapi juga kelompok-kelompok sosial," ujarnya.

Dikatakan Wakano, kehadiran agama membawa misi profetik yakni membangun peradaban manusia pada semua aspek ekonomi, sosial, budaya,agama. Agama kata dia hadir untuk mendidik manusia yang tidak beradab kepada manusia yang memiliki peradaban. "Agama hadir dengan misi suci untuk peradaban umat manusia," terangnya.

Sebab, jebolan doktor UIN Jogjakarta ini menegaskan, konflik dan kekerasan yang kerap terjadi merupakan gambaran hancurnya sebuah peradaban dan keringnya rasa kemanusiaan. "Tentu saja butuh soft skill," ulasnya.

Menurutnya, konsep hidup orang basudara tidak mesti tidak ada konflik. Namun, harus dibangun diatas rasa saling percaya, menghargai, dan toleransi. Sehingga semua agenda yang bersentuhan dalam level agama dan sosial seperti Pilkada, Natal dan Tahun Baru serta pemilihan legislatif berlangsung Aman, Tentram dan demokratis. "Siapapun terpilih tidak masalah, asal jangan terjadi pendarahan di ranah agama, karena itu sukses moment ini dengan aman, dan tentram, " ingatnya.

Wakano mengajak masyarakat Maluku untuk terus berjihad, namun bukan jihad yang direduksi, malainkan bermakna seluas-luasnya yakni jihad pendidikan, jihad melawan korupsi, jihad demi kemanusiaan untuk peradaban Maluku masa depan. " Saya harap para tokoh yang hadir bisa mensosialisasikan diskusi ini kepada sesama untuk kedamaian, ketentraman dan tentu untuk pembangunan peradaban Maluku di masa depan," tutupnya.

Hadir mewakili clasis GPM Masohi, Tiras Sopamena juga menganalogikan Kota Masohi sebagai sebuah peradaban yang didalamnya hidup berbagai komunitas etnik, agama dengan beragam latar belakang. Olehnya, kehidupan kekerabatan dan keragaman yang ada merupakan satu keniscayaan. "Masohi itu sendiri artinya gotong royong, tempat hidup semua orang," ulasnya.

Sehingga kata Sopamena sudah menjadi tugas dan tenggung jawab semua komponen untuk menjaga, memelihara dan tentu saja tidak ada yang menjadi sub ordinat. "Semua memiliki hak dan kewajiban yang sama," tukas Sopamena

Dikatakan, peran agama-agama dalam pembangunan peradaban tidak bisa dilepas pisahkan dari kearifan-kearifan local. Maluku Tengah kaya dengan berbagai kearifan tersebut. Sejatinya kearifan local seperti pela dan gandong, berikut Ma'anu, Badati, Masohi yang merupakan identitas yang menggambarkan ke-Maluku-an kita. "Itulah peradaban yang menyatukan kita," sebutnya***
Share this article :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. KatongNews - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website
Proudly powered by Blogger