KatongNews. Ambon-Temu Mahasiswa Nasional dan Musyawarah Nasional Ikatan Himpunan Mahasiswa Biologi Indonesia (IKAHIMBI) ke-V yang digelar di UIN Alaudin Makassar, (08/12) berakhir ricuh.
Kepada KatongNews melalui telepon selulernya, Ghazali Ahmad
(Koordinator Dewan Pengawas IKAHIMBI) menjelaskan, kericuhan bermula saat pembahasan
uji kriteria bakal calon sekretaris jendral IKAHIMBI. Namun dalam pembahasan tersebut,
peserta saling ejek antara peserta dari kontingen Kalimantan dan tuan rumah,
saat itulah kericuhan tidak dapat dihindari.
Kericuhan yang bermula dari pemukulan terhadap salah satu Peserta asal kontingen
Kalimantan yang juga Pimpinan Sidang tersebut menyebabkan peserta panik dan berhamburan
keluar ruangan persidangan. Bahkan sebagian besar peserta harus Walk Out karena
tidak menerima sikap tuan rumah yakni Kontingen UIN Alauddin Makasar yang
bersikap arogan dan berujung pemukulan terhadap peserta Munas.
Awalnya Sohib yang saat itu menjadi memimpin sidang bermaksud untuk melerai
pertengkaran antar sesama peserta, namun tiba-tiba salah satu oknum dari tuan rumah
datang dan langsung melayangkan tinjunya kepada Sohib dan kericuhan pun tidak dapat
dihindari.
Menurut Ghazali, saat kericuhan terjadi, hampir seluruh peserta berhamburan
keluar ruangan, namun diantara peserta yang keluar ruangan sidang tersebut adalah
peserta perempuan, karena panik, peserta yang kebanyakan perempuan tersebut keluar
ruangan sambil menangis.
"Saat kericuhan, peserta perempuan keluar ruangan sambil menangis,
karena mereka panik" ujar Ghazali.
Sementara itu, Nia Peserta asal Universitas Negeri Malang menyesali tindakan
Tuan rumah Munas IKAHIMBI ke V, karena yang seharusnya tuan rumah melindungi peserta
dan menyukseskan kegiatan dengan damai dan aman, namun kenyataannya berbeda.
"Yang seharusnya tuan rumah itu melindungi peserta, namun ini malah
tuan rumah yang memukul peserta dan membuat onar" kaa Nia penuh kesal.
Ia menyayangkan, dirinya harus menerima keadaan seperti, sementara dirinya
saat akan melaksanakan perjalanan ke Makasar untuk mengikuti kegiatan yang
digelar satu tahun sekali tersebut akan menyisahkan hal yang baik dan dapat memberikan
kontribusi kepada pemerintah dan masyarakat.
"Aku tidak akan datang kalau tahu Munasnya berlangsung seperti ini.
Kok tuan rumah bisa berbuat aksi seperti itu?," Keluh Nia
Sementara itu, kontingen yang melakukan aksi Walk Out adalah kontingen asal
Maluku, Sumatera, Jawa, dan Kalimantan dan tidak akan mengikuti Munas hingga Dewan
Penasehat mengambil alih Munas ke-V kumpulan Mahasiswa Biologi
se-Indonesia tersebut.
Untuk itu mereka meminta agar, Dewan Pengawas melakukan Musyawarah Luar
Biasa guna mendudukan fungsi dan tujuan pelaksanaan Munas tersebut.*** (Aril)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar