Rektor
IAIN Ambon Dr Hasbollah Toisuta, saat memberikan hikmah Maulid mengisahkan,
Rasulullah SAW diutus oleh Allah SWT ke bumi, untuk menjadi rahmat bagi alam
semesta. Kata dia, artinya menjadi rahmat bukan hanya kepada umatnya, tapi
seluruh umat yang ada di muka bumi. Kata Toisuta, Rasulullah SAW diutus untuk
membawa keluar masyarakat dari jaman kegelapan ke jaman terang benderang.
"Ada hal penting yang harus diteladani dari Nabi Muhammad SAW, yakni
beliau diutus membawa misi utama yakni membawa reformasi moral. Dengan misi ini
Nabi Muhammad SAW, menanamkan nilai-nilai akhlakul karimah, bagi alam
semesta," ujar Toisuta.
Menurut
dia, Rasulullah SAW diutus oleh Allah SWT pada zaman jahiliyah. Jaman dimana,
manusia hidupnya dalam kebodohan. Jaman kegelapan ilmu. Dimana, saat itu
manusia tidak saling menghargai, dan bahkan tidak ada nilai-nilai kemanusian.
Karena itulah, Allah SWT mengutus Rasulullah SAW untuk memberantas kebodohan
dan menanamkan rasa kemanusiaan yang telah hilang itu.
Rasulullah
SAW, kata Toisuta, tidak hanya mengajarkan tentang bagaimana beribadah dan
beragama kepada Tuhan dengan baik, tapi juga diajarkan cara-cara kehidupan
antar sesama manusia secara baik dan berprikemanusiaan. Rasulullah SAW
mengajarkan kepada setiap orang untuk menjunjung nilai-nilai toleransi dan
perbedaan, menghargai suku, ras dan juga antar sesama manusia. Perbedaan dan
penghargaan itu, kata dia, dapat dijumpai seperti yang terjadi di Maluku.
Dimana, semua orang saling menghargai, tanpa membedakan suku, agama dan ras.
"Ini contoh bahwa Nabi Muhammad SAW diutus bukan saja bagi kaum muslim,
melainkan kepada seluruh umat manusia di bumi," kata Toisuta.
Olehnya
itu, lewat kegiatan ini, Rektor IAIN Ambon mengingatkan kepada seluruh prajurit
polisi di Polda Maluku, agar meneladani ajaran Rasulullah SAW. Karena, semua
yang diajarkan oleh Rasulullah SAW, berguna bagi kehidupan manusia, dan juga
alam semesta. "Kalau kita ingin menteladani Rasulullah SAW, pertama-tama kita
harus memposisikan diri kita sebagai rahmat bagi semua manusia. Kita juga harus
berguna bagi semua manusia. Seorang muslim yang baik, intinya dia harus
merefleksikan kehidupan Nabi dalam kehidupannya sehari-hari. Membawa rahmat.
Membawa kasih bagi semesta alam," harap Toisuta.
Sementara
itu, Kapolda Maluku dalam sambutannya menjelaskan, kemampuan Rasulullah SAW
tidak mampu dilakukan oleh seluruh tokoh dan ilmuan di dunia. Rasulullah SAW
mampu mengajarkan kebenaran, dan kehidupan sosial dengan prikemanusiaan dalam
kurun waktu yang singkat. Semua yang diajarkan oleh Rasulullah kepada manusia,
merupakan jalan kebenaran, dan untuk menjauhkan manusia dari perbuatan cela.
Olehnya itu, ia meminta kepada seluruh anak buahnya untuk mengikuti apa yang
sudah diajarkan dan dijalan oleh Rasulullah SAW. Hal ini, lanjut dia, juga
diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002, yakni memelihara Kamtibmas,
menegakkan hukum, serta memberikan perlindungan pengayoman, dan pelayanan
kepada masyarakat. Perayaan Maulid oleh Polda Maluku kata dia, merupakan
implementasi dinamika, sitem pembinaan rohaniah terhadap pegawai negeri pada
Polri, dalam melaksanakan tugas, mewujudkan Kamtibmas guna mendukung pengamanan
Pemilu 2014, kata Kapolda kelahiran Waihaong, Ambon ini. (RM)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar