KatongNews, Ambon - Hasil pengangkatan pegawai honorer daerah yang masuk kategori 2 (K2), belum jelas sampai sekarang. Kata Walikota Ambon, Richard Louhenapessy, pekan kemarin di Balai Kota Ambon.
“K2 sampai sekarang belum ada hasilnya, namun saya,
kepala Badan Kepagawaian Daerah (BKD) Kota Ambon, Beny Selano, dan ketua
DPRD Kota Ambon, Reinhard Toumahuw sudah resmi menghadap Menteri
Pendayagunaan dan Aparatur Negara (Menpan) di Jakarta,” kata Walikota.
Menpan akan tetap memperhatikan standar umum, yang
dipakai dalam rangka dukungan K2 itu. Menurut Menpan yang dikutip oleh
Walikota Ambon, kejujuran dalam penyampaian data sangat diperlukan.
“Yang diutamakan adalah kejujuran dalam penyampaian data dan secepatnya
mengirim data yang lengkap. Mulai dari tahun bekerja dan spisifikasi
pekerjaanya,” kutip Louhenapessy.
Prioritas penerimaan K2 untuk kali ini, kepada tenaga
honorer pendidikan, dan akan diusahakan dalam waktu dekat sudah ada
hasilnya. “Prioritas K2 untuk kali ini adalah tenaga pendidikan, saya
sudah menginformasikan ke Menteri untuk secepatnya hasil dikeluarkan,”
ujar lelaki yang pernah gagal dalam bursa Walikota Ambon tahun lalu itu.
Louhenapessy mengakui, dari tahun 2010 sampai dengan
2013, Pemerintah Kota Ambon masih kurang pegawai umum, dikarenakan dari
tahun 2010 sampai sekarang, kurang lebih 1147 pegawai Pemkot
dipensiunkan. “Dari 2010 sampai sekarang, Pemkot Ambon kurang tenaga
umum, dan banyaknya pegawai yang masa kerjanya sudah selesai (pensiun),
untuk itu, percepatan hasil K2 sangat dibutuhkan,” ungkapnya.
Tetapi hasil K2 masi dievaluasi, karena kemampuan daerah
masi dikaji oleh kementerian. Sakali lagi kita harus sabar dalam
menunggu hasil K2 dari Kementerian.
Ditambahkan, masalah CPNS K2 menjadi masalah Nasional, sehingga pihaknya
akan proaktif dalam mengambil keputusan, agar tidak ada CPNS yang
merasa dirugikan.
“Masalah ini bukan saja di Kota Ambon, tapi seluruh
Indonesia mangalami hal yang sama. Untuk itu kita betul-betul teliti
dalam mengambil kesimpulan, karena berdasarkan persyaratan yang ada,
pasti ada yang lulus dan tidak lulus” tambah Mantan ketua DPRD dari
Partai Golkar itu. (Aythur)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar