KatongNews, Ambon - Persatuan sopir angkot jurusan Kayu Putih, melakukan protes ke Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Ambon atas semrautnya penataan terminal Lin III, yang mengangkut penumpang di pintu masuk terminal, hingga terjadi kemacetan.
Dua perwakilan sopir angkot Kayu Putih, Dela Sahusilawane
dan Jonathan Sipahelut, mendatangi kantor Dishub Kota Ambon untuk
melaporkan hal tersebut. menurut mereka, sopir angkot Lin III, selalu
mengangkut penumpang tepat di jalan keluar terminal, hingga membuat
pintu masuk terminal macet parah.
Lanjut mereka, kejadian parkir ini sudah sering terjadi,
dan tidak ada tindakan tegas dari petugas perhubungan yang lagi bertugas
di areal terminal. "untuk itu kami datang untuk melaporkan masalah ini
ke kepala Dinas, agar bisa tindak lanjut dan areal terminal bisa
ditertibkan," saran mereka.
Kepala Bidan Darat, Dishub Kota Ambon, Dody Retop.
menjelaskan, masalah (ngetem), dilarang oleh Dishub Kota, tidak boleh
mengangkut penumpang di depan terminal, namun para sopir angkot Lin III
tidak mematuhi larang tersebut. Bukan hanya mengangkat penumpang atau
ngetem, mengangkat penumpang melalui pintu masuk belakang terminal pun
dilarang. "Kami sudah menyampaikan hal tersebut, namun para sopir angkut
Lin III tak mematuhinya," ujar Retop, di ruang kerjanya kemarin
(12/2).
Retop juga katakan, Dishub akan menormalisasikan semua
jalur angkot, mulai dari Lin III, Kudamati, Air Salobar dan yang
lainnya, untuk itu Dishub akan tegas menindak para sopir angkut yang
mengangkat penumpang di depan terminal. "Penataan jalur angkor akan
ditertibkan kembali, dan akan ada tindak tegas dari Dishub kepada sopir
angkot yang mengangkat penumpang di depan pintu terminal," tegas Retop.
Jadi besok akan ada pengawasan dari Petugas, agar jangan ada sopir angkot yang mengangkat penumpang di depan terminal lagi.
Selain itu, Pagi tadi Kamis (13/2) Sopir angkot jalur IAIN dan Kebun Cengkeh melakukan aksi mogok, hingga membuat penumpang
yang hendak ke pasar terbengkalai. Sopir angkot IAIN dan Kebun Cengkeh
melakukan protes, akibat ada pungutan liar yang dilakukan petugas Dishub
Kota Ambon. "Dishub selalu meminta uang dari kita, kita cuman mengantar
penumpang ke pelabuhan kecil atau daerah lain yang ada di dalam Kota
Ambon," ungkap beberapa sopir angkot IAIN.
IAIN dan Kebun Cengkeh juga masuk dalam jalur operasi
dalam Kota Ambon, kenapa harus ada pungutan sebesar Rp 20.000. "Toh
katong hanya antar penumpang pake, itu jua hanya ka pelabuhan kacil,"
ungkap mereka.***(Aytur)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar