KatongNews, Ambon - Petugas penjualan karcis di ASDP (Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan) Poka-Galala melakukan praktek kotor yang bisa merugikan instansinya, yakni ASDP sendiri dan bisa berdampak pada peningkatan ekonomi daerah.
Petugas penjualan karcis bekerja sama dengan petugas
penagih karcis melakukan praktek kotor dengan cara menjual tiket yang
sudah dibeli oleh penumpang kembali. Hal ini terlihat di penyebrangan
Poka Galala.
Hampir semua penumpang bermotor yang membeli karcis, itu
diambil kembali oleh petugas penagih, dan karcis itu dikembalikan ke
loket penjualan karcis untuk di jual kembali. Dari hasil praktek ini
uang dari hasil penjualan karcis tersebut masuk ke kantong pribadi
mereka. dan akibat dari praktek itu akan berdampak pada pengembangan
tranportasi laut.
Dari pantauan KatongNews di lapangan, para penjual
karcis di penyebrangan Poka ke Galala menjual karcis tersebut, setelah
itu ditagih kembali oleh salah satu petugas ASDP yang tidak memakai
pakaian seragamnya, dari tagihan itu petugas langsung mengembalikan
hasil tagihan karcis tersebut ke loket pembelian karcis untuk dijual
kembali ke calon penumpang yang memakai motor honda.
Dari hasil praktek kotor tersebut, petugas ASDP bisa
meraup keuntungan per orang hingga mencapai Rp 400.000,- dari beberapa
temuan dan hasil wawancara penumpang Ferry mereka mengungkapkan hasil
yang sama.
Ira, mahasiswa Universitas Pattimura Ambon, hampir tiap
hari saya mendapatkan masalah seperti ini, namun saya tidak menyadari
jika itu akan dijual kembali oleh penumpang lainnya. Jika ini dibiarkan
maka akan berpengaruh pada tingkat pendapatan dan Pemerintah Pusat akan
menilai jika minat Masyarakat Maluku untuk memakai jasa transportasi
laut itu kurang baik dan tidak akan ada penambahan alat tranportasi
untuk daerah-daerah lain di Maluku.
Salah satu Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang tidak
menyebutkan namanya, mengatakan kalau waktu pagi tidak jarang ada
penagihan karcis, jika ada penagihan pasti karcis-karcis tersebut akan
disobek. Tetapi saat penyebrangan sore petugas langsung mengambil karcis
tampa menyobeknya. “Kalau pagi itu sangat rapi, namun saat penyebrangan
sore petugas penagih tidak menyobek karcis-kaecis tersebut. Untuk
menjualnya kembali saya kurang begitu tau ya,” ungkap Dia, yang juga
berdomisili di daerah Poka, Kecamatan Teluk Ambon.
Dia meminta agar kepala ASDP Provinsi Maluku untuk
secepatnya mengambil tindakan terhadap petugas yang telah melakukan
praktek kotor itu, agar masalah ini tidak merugikan Negara dan juga
tidak pengaruh terhadap transportasi laut di Maluku. Jika praktek ini
dibiarkan terus-menerus maka pengusulan armada tranportasi laut di
Maluku akan berkurang, mengingat tingkat pendapatannya tidak maksimal.***(Aythur)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar