Home » » Prakter Kotor Di ASDP Galala

Prakter Kotor Di ASDP Galala

Written By Unknown on Rabu, 19 Maret 2014 | 20.39

KatongNews, Ambon - Petugas penjualan karcis di ASDP (Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan) Poka-Galala melakukan praktek kotor yang bisa merugikan instansinya, yakni ASDP sendiri dan bisa berdampak pada peningkatan ekonomi daerah.

Petugas penjualan karcis bekerja sama dengan petugas penagih karcis melakukan praktek kotor dengan cara menjual tiket yang sudah dibeli oleh penumpang kembali. Hal ini terlihat di penyebrangan Poka Galala.

Hampir semua penumpang bermotor yang membeli karcis, itu diambil kembali oleh petugas penagih, dan karcis itu dikembalikan ke loket penjualan karcis untuk di jual kembali. Dari hasil praktek ini uang dari hasil penjualan karcis tersebut masuk ke kantong pribadi mereka. dan akibat dari praktek itu akan berdampak pada pengembangan tranportasi laut.

Dari pantauan KatongNews di lapangan, para penjual karcis di penyebrangan Poka ke Galala menjual karcis tersebut, setelah itu ditagih kembali oleh salah satu petugas ASDP yang tidak memakai pakaian seragamnya, dari tagihan itu petugas langsung mengembalikan hasil tagihan karcis tersebut ke loket pembelian karcis untuk dijual kembali ke calon penumpang yang memakai motor honda.

Dari hasil praktek kotor tersebut, petugas ASDP bisa meraup keuntungan per orang hingga mencapai Rp 400.000,- dari beberapa temuan dan hasil wawancara penumpang Ferry mereka mengungkapkan hasil yang sama.

Ira, mahasiswa Universitas Pattimura Ambon, hampir tiap hari saya mendapatkan masalah seperti ini, namun saya tidak menyadari jika itu akan dijual kembali oleh penumpang lainnya. Jika ini dibiarkan maka akan berpengaruh pada tingkat pendapatan dan Pemerintah Pusat akan menilai jika minat Masyarakat Maluku untuk memakai jasa transportasi laut itu kurang baik dan tidak akan ada penambahan alat tranportasi untuk daerah-daerah lain di Maluku.

Salah satu Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang tidak menyebutkan namanya, mengatakan kalau waktu pagi tidak jarang ada penagihan karcis, jika ada penagihan pasti karcis-karcis tersebut akan disobek. Tetapi saat penyebrangan sore petugas langsung mengambil karcis tampa menyobeknya. “Kalau pagi itu sangat rapi, namun saat penyebrangan sore petugas penagih tidak menyobek karcis-kaecis tersebut. Untuk menjualnya kembali saya kurang begitu tau ya,” ungkap Dia, yang juga berdomisili di daerah Poka, Kecamatan Teluk Ambon.

Dia meminta agar kepala ASDP Provinsi Maluku untuk secepatnya mengambil tindakan terhadap petugas yang telah melakukan praktek kotor itu, agar masalah ini tidak merugikan Negara dan juga tidak pengaruh terhadap transportasi laut di Maluku. Jika praktek ini dibiarkan terus-menerus maka pengusulan armada tranportasi laut di Maluku akan berkurang, mengingat tingkat pendapatannya tidak maksimal.***(Aythur)  

   

Share this article :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. KatongNews - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website
Proudly powered by Blogger