KatongNews. Ambon-Dalam rangka menjemput pelaksanaan Dies Natalis VII, yang digelar pada 28 Desember 2013 mendatang, maka Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ambon siap menggelar Simposium Nasional Islam di Maluku, Kamis, 19 Desember 2013.
Simposium Nasional dengan menghadirkan pemateri
seperti Mantan Rektor UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta Prof. Dr Azyumardi Azra,
itu digelar selain untuk menyambut Dies Natalis VII IAIN Ambon, juga dalam
rangka pemberian nama IAIN Ambon. Setidaknya ini disampaikan Ketua Pelaksana
Simposium Nasional, M Dzen Nuhuyanan, kepada wartawan, Selasa, 17 Desember
2013.
Menurut Nuhuyanan, Simposium Nasional yang nantinya
dihelat di Auditorium Lt III Gedung Rektorat IAIN Ambon ini, menghadirkan
Dirjen PTAI, Prof Dr Nur Syam, MA sebagai keynote speaker. Tak hanya itu, tiga
pemateri yang memiliki pengetahuan tentang sejarah Islam di Maluku juga
dihadirkan pada Simposium Nasional ini. Mereka itu, Dr. Usman Thalib, M.Hum
dengan membawakan materi, Rekonstruksi sejarah Islam di Maluku, Prof. Dr H
Hamadi Bin Husain dengan materi Konstribusi pendidikan Islam di Maluku terhadap
pembangan bangsa dan negara, 'Refleksi historis peran IAIN Ambon', dan 'Peran
tokoh Islam dalam sejarah islamisasi di Maluku', yang dibawakan Budayawan
Maluku Drs M Nur Tawainela.
Nuhuyanan menjelaskan, Prof Dr Azyumardi Azra akan
membawakan materi dengan tema 'Konstestasi Sejarah Pemaafan dan Rekonsiliasi'.
Materi ini, kata dia, sesuai dengan basik pengetahuan yang dimilik Direktur PPs
UIN Jakarta tersebut, selaku sejarawan Islam di dunia. Tak hanya itu, materi
ini pula sesuai dengan kondisi kekinian di Maluku sehingga dapat menjadi
bobotan bagi seluruh peserta yang hadir dalam Simposium nanti. Soal kehadiran
Azyumardi Azra sendiri lanjut dia, dipastikan akan tiba di Kota Ambon pada Rabu,
18 Desember 2013 hari ini.
Simposium Nasional dalam rangka memberikan nama
IAIN Ambon ini kata dia lanjut, akan dihadiri kurang lebih 350 peserta sesuai
dengan undangan yang telah didistribusikan. Para peserta diundang dari kalangan
akademisi, pimpinan sekolah, sejarawan, serta tokoh muslim di Maluku. Ia
berharap, dari kegiatan ini akan lahir beragam konsep yang dapat dijadikan
sebagai bahan untuk pemberian nama IAIN Ambon, yang kemudian dikonsepkan lalu
diserahkan kepada pihak Senat Institut. "Kita harapkan apa yang
disampaikan para pemateri dapat mencerahkan seluruh peserta dengan sejarah
perjalanan Islam di Maluku dan di Indonesia."
Sebelum menutup pernyataannya, Nuhuyanan yang juga
Ketua LP2M IAIN Ambon menandaskan, lewat Somposium Nasional ini, pihaknya juga
bermaksud untuk mengangkat para tokoh penyiar Islam dan sekaligus pejuang di
Maluku, yang saat ini telah dilupakan oleh pemerintah. "Kita akan
mendapatkan informasi tentang tokoh-tokoh Islam yang berperan kuat untuk
masuknya Islam di Maluku.
Merefleksikan Islam di Maluku sebagai bagian dari
instrumen pembangunan masyarakat, dan juga bagaimana keterlibatan
lembaga-lembaga Islam, termasuk IAIN Ambon sendiri. Tujuannya untuk mengangkat
harkat dan martabat tokoh muslim yang telah berjuang untuk pembangunan di
daerah ini," tutup Nuhuyanan.***(Ruslan Rumaratu)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar