KatongNews - Belanda menjadi negera ketiga yang lolos ke babak perempat final Piala Dunia 2014, setelah menaklukkan
Meksiko dengan skor 2-1 dalam pertandingan babak 16 besar di The Castelao
arena, Fortaleza, Minggu (29/6/2014).
Peluang kemenangan sebenarnya berada di
tangan Meksiko setelah unggul 1-0 hingga menit ke-86. Namun, pada menit
ke-87, Belanda menyamakan kedudukan melalui sepakan keras Sneijder menembus
gawang Ochoa.
Kemudian, petaka datang lagi pada menit
ke-93, ketika wasit memberi hadiah penalti kepada Belanda menyusul pelanggaran
Marquez di dalam kotak penalti terhadap Arjen Robben. Huntelaar yang jadi
eksekutor tak menyia-nyiakan peluang dan gol.
Sempat Wasit Pedro Proenca memberikan istirahat
untuk menurunkan suhu tubuh (cooling break) selama tiga menit pada pertandingan
16 besar Piala Dunia antara Belanda dan Meksiko di Estadio Castelao, Fortaleza,
Minggu (29/6/2014).
Mengingat Brasil dilintasi garis
khatulistiwa dan beriklim tropis, sejak awal FIFA sudah membuat kebijakan soal
cooling break ini. FIFA tidak hanya memperhitungkan suhu udara, tetapi juga
indeks Wet Bulb Globe Temperature (WBGT) atau dikenal juga dengan Indeks Suhu
Bola Basah.
Berkaitan dengan pertandingan Belanda Vs
Meksiko itu, suhu ketika kick-off (pukul 13.00 waktu setempat) mencapai 29
derajat celsius dengan kelembaban 68 persen. Suhu pertandingan sempat mencapai
39 derajat celsius.
Cooling break resmi pertama di Piala Dunia ini diberikan
Proenca pada menit ke-32 dengan durasi tiga menit. Walaupun sebenarnya Cooling break pertama dalam sejarah
Piala Dunia sebetulnya terjadi pada pertandingan Grup G antara Amerika Serikat
dan Portugal, di Arena Amazonia, Manaus, 22 Juni 2014. Saat itu, wasit Nestor
Pitana memberikan cooling break pada menit ke-39. Pitana memberikan cooling
break karena inisiatif, bukan menerapkan peraturan seperti dilakukan Proenca
pada laga antara Belanda dan Meksiko itu.
Cooling break diberikan untuk mencegah
terjadinya gangguan fisik akibat cuaca panas, yang bergantung pada temperatur
dan kelembaban. Gangguan muncul ketika tubuh menghasilkan panas lebih besar
dari yang bisa dilepaskan. Dalam keadaan tersebut, pemain bisa berhalusinasi
atau kesulitan bernapas.
Mengingat Brasil dilintasi garis khatulistiwa
dan beriklim tropis, sejak awal FIFA sudah membuat kebijakan soal cooling break
ini. FIFA tidak hanya memperhitungkan suhu udara, tetapi juga indeks Wet Bulb
Globe Temperature (WBGT) atau dikenal juga dengan Indeks Suhu Bola Basah.
Walaupun begitu, Wakil dari zona zona Confederation of
North, Central American and Caribbean Association Football (CONCACAF) itu tetap gagal melaju ke babak 8 besar.
Belanda akan berjumpa dengan Kostarika di
babak perempat final.***(red)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar